Pages

Saturday, November 8, 2014

MASYARAKAT PERKOTAAN DAN MASYARAKAT PEDESAAN

1. Masyarakat Perkotaan

- Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut.


Masyarakat perkotaan sering disebut urban community .Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Ada beberap ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu :

a.) Interaksi yang terjalin lebih banyak terjadi berdasarkan pada faktor kepentingan daripada faktor pribadi.

b.) Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh dari luar.

c.) Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.

d.) Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Maksudnya adalah masyarakat perkotaan lebih hidup secara indivudual atau sendiri-sendiri dikarenakan adanya perbedaan kepentingan paham politik, agama dan sebagainya.

e.) Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan ,menyebabkan bahwa interaksi – interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada faktor kepentingan dari pada faktor pribadi.

f.) Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa.

- Perbedaan Masyarakat Pedesaan dengan Masyarakat Perkotaan

I.) Lingkungan Umum dan Orientasi Terhadap Alammasyarakat pedesaan berhubungan kuat dengan alam, karena lokasi geografisnya didaerah desa. Penduduk yang tinggal di desa akan banyak ditentukan oleh kepercayaan dan hokum alam. Berbeda dengan penduduk yang tinggal di kota yang kehidupannya “bebas” dari realitas alam.

II.) Pekerjaan atau Mata Pencaharian, pada umumnya mata pencaharian di dearah pedesaan adalah bertani tapi tak sedikit juga yang bermata pencaharian berdagang, sebab beberapa daerah pertanian tidak lepas dari kegiatan usaha.

III.) Ukuran Komunitas, komunitas pedesaan biasanya lebih kecil dari komunitas perkotaan.

IV.) Kepadatan Penduduk, penduduk desa kepadatannya lebih rendah bila dibandingkan degan kepadatan penduduk kota, kepadatan penduduk suatu komunitas kenaikannya berhubungan degan klasifikasi dari kota itu sendiri.

V.) Homogenitas dan Heterogenitas, homogenitas atau persamaan ciri-ciri sosial dan psikologis, bahasa, kepercayaan, adat-istiadat, dan perilaku nampak pada masyarakat pedesaan bila dibandingkan dengan masyarakat perkotaan. Di kota sebaliknya penduduknya heterogen, terdiri dari orang-orang degan macam-macam perilaku, dan juga bahasa, penduduk di kota lebih heterogen.

VI.) Diferensiasi Sosial, Keadaan heterogen dari penduduk kota berindikasi pentingnya derajat yang tinggi di dalam diferensiasi sosial.

VII.) Pelapisan Sosial, Kelas sosial di dalam masyarakat sering nampak dalam bentuk “piramida terbalik” yaitu kelas-kelas yang tinggi berada pada posisi atas piramida, kelas menengah ada diantara kedua tingkat kelas ekstrem dari masyarakat.

- Hubungan Desa dengan Kota

Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Bahkan terdapat hubungan yang erat, bersifat ketergantungan, karena saling membutuhkan. Kota tergantung desa dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan-bahan pangan, desa juga merupakan tenaga kasar pada jenis-jenis pekerjaan tertentu di kota. Sebaliknya, kota menghasilkan barang-barang yang juga diperlukan oleh orang desa, kota juga menyediakan tenaga-tenaga yang melayani bidang-bidang jasa yang dibutuhkan oleh orang desa.

- Aspek Positif dan Negatif

Perkembangan kota merupakan manifestasi dari pola kehidupan sosial , ekonomi , kebudayaan dan politik . Kesemuanya ini akan dicerminkan dalam komponen – komponen yang memebentuk struktur kota tersebut . Jumlah dan kualitas komponen suatu kota sangat ditentukan oleh tingkat perkembangan dan pertumbuhan kota tersebut.
Secara umum dapat dikenal bahwa suatu lingkungan perkotaan , seyogyanya mengandung 5 unsur yang meliputi :

- Wisma : Untuk tempat berlindung terhadap alam sekelilingnya.
- Karya : Untuk penyediaan lapangan kerja.
- Marga : Untuk pengembangan jaringan jalan dan telekomunikasi.
- Suka : Untuk fasilitas hiburan, rekreasi, kebudayaan, dan kesenian.
- Penyempurnaan : Untuk fasilitas keagamaan, perkuburan, pendidikan, dan utilitas umum.

Untuk itu semua , maka fungsi dan tugas aparatur pemerintah kota harus ditingkatkan :

a)    Aparatur kota harus dapat menangani berbagai masalah yang timbul di kota . Untuk itu maka pengetahuan tentang administrasi kota dan perencanaan kota harus dimilikinya.

b)    Kelancaran dalam pelaksanaan pembangunan dan pengaturan tata kota harus dikerjakan dengan cepat dan tepat , agar tidak disusul dengan masalah lainnya.

c)    Masalah keamanan kota harus dapat ditangani dengan baik sebab kalau tidak , maka kegelisahan penduduk akan menimbulkan masalah baru.

d)    Dalam rangka pemekaran kota , harus ditingkatkan kerjasama yang baik antara para pemimpin di kota dengan para pemimpin di tingkat kabupaten tetapi juga dapat bermanfaat bagi wilayah kabupaten dan sekitarnya.

Oleh karena itu maka kebijaksanaan perencanaan dan mengembangkan kota harus dapat dilihat dalam kerangka pendekatan yang luas yaitu pendekatan regional . Rumusan pengembangan kota seperti itu tergambar dalam pendekatan penanganan masalah kota sebagai berikut :
1) Menekan angka kelahiran
2) Mengalihkan pusat pembangunan pabrik (industri) ke pinggiran kota
3) Membendung urbanisasi
4) Mendirikan kota satelit dimana pembukaan usaha relatif rendah
5) Meningkatkan fungsi dan peranan kota – kota kecil atau desa – desa yang telah ada di sekitar kota besar
6 Transmigrasi bagi warga yang miskin dan tidak mempunyai pekerjaan.

2. Masyarakat Pedesaan

Masyarakat pedesaan yaitu suatu masyarakat yang hidup didaerah atau desa yang biasanya bermata pencaharian di bidang pertanian perikanan, perkebunan dan sebagainya. Hubungan sosial pada masyarakat desa terjadi secara kekeluargaan, dan jauh menyangkut masalah-masalah pribadi, satu dengan yang lain mengenal secara rapat, menghayati secara mendasar. Pertemuan-pertemuan dan kerja sama untuk kepentingan individu. Segala kehidupan sehari-hari diwarnai dengan gotong royong. Misalnya : mendirikan rumah, mengerjakan sawah, menggali sumur, maupun melayat orang meninggal. Adapun yang menjadi ciri masyarakat desa antara lain :

a) Didalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan lainnya di luar batas wilayahnya.

b) Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan.

c) Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian.

d) Masyarakat tersebut homogen, seperti dalam hal mata pencaharian, agama, adat istiadat, dan sebagainya.

- Hakikat dan Sifat Masyarakat Pedesaan

Sifat dan hakikat masyarakat pedesaan yang banyak kegotongroyongan dan tolong-menolong sebetulnya banyak juga terdapat masalah-masalah sosial yang menimbulkan banyak ketagangan sosial .
Adapun penyebab ketegangan-ketegangan tersebut:
a) Konflik atau pertengkaran antara anggota-anggota warga masyarakat pedesaan.
b) Kontraversi atau pertentangan sikap atau pendapat antara para warga masyarakat .
c) Kompetisi yang pada hakikatnya merupakan sifat hakikat manusia yang juga ada dalam masyarakat pedesaan

- Kegiatan pada Masyarakat Pedesaan


Masyarakat pedesaan mempunyai penilaian yang tinggi terhadap mereka yang dapat bekerja keras tanpa bantuan orang lain. Jadi jelas masyarakat pedesaan bukanlah masyarakat yang senang diam-diam tanpa aktivitas, tanpa adanya suatu kegiatan tetapi kenyataannya adalah sebaliknya. Jadi apabila orang berpendapat bahwa orang desa didorong untuk bekerja lebih keras, maka hal ini tidaklah mendapat sambutan yang sangat dari para ahli. Karena pada umumnya masyarakat sudah bekerja keras. Tetapi para ahli lebih untuk memberikan perangsang-perangsang yang dapat menarik aktivitas masyarakat pedesaan dan hal ini dipandang sangat perlu. Dan dijaga agar cara dan irama bekerja bisa efektif dan efisien serta kontinyu (diusahakan untuk menghindari masa-masa kosong bekerja karena berhubungan dengan keadaan musim/iklim di Indonesia).

- Sistem Nilai dan Budaya Petani Indonesia

a) Para petani di Indonesia menganggap bahwa hidupnya sebagai sesuatu yang buruk , penuh dosa , kesengsaraan , bukan berarti harus menghindari hidup yang nyata dengan bersembunyi melainkan berprilaku prihatin dan penuh usaha atau ikhtiar.

b) Mereka beranggapan bahwa orang bekerja itu untuk hidup,dan untuk mencapai kedudukan.

c) Mereka berorientasi pada masa ini (sekarang) kurang mempedulikan masa depan.

d) Mereka menganggap alam tidak menakutkan bila ada bencana alam , cukup menyesuaikan diri dengan alam , kurang adanya usaha untuk menguasainya.


e) Dan untuk menghadapi alam mereka cukup dengan bergotong –royong, mereka sadar pada hakikatnya tergantung kepada sesamanya.

3. Urbanisasi

Urbanisasi adalah suatu proses perpindahan penduduk dari desa ke kota.
Dengan demikian urbanisasi adalah :
1) Terjadinya arus perpindahan penduduk dari desa ke kota.
2) Bertambah besarnya jumlah tenaga kerja nonagraria di sektor sekunder (industri) dan tersier (jasa).
3) Tumbuhnya pemukiman menjadi kota.
4) Meluasnya pengaruh kota di daerah pedesaan mengenai segi ekonomi, sosial, kebudayaan dan psikologis.  

- Sebab Terjadinya Urbanisasi

Pada dasarnya ada tiga hal utama yang menyebabkan timbulnya urbanisasi, yaitu :
I.) Adanya pertambahan penduduk secara alamiah;
II.) Terjadinya arus perpindahan dari desa ke kota;
III.) Tertariknya pemukiman pedesaan ke dalam lingkup kota;

Sebab-sebab yang mendorong meninggalkan tempat tinggal asalnya adalah sebagai berikut :
a) Timbulnya kemiskinan di pedesaan.
b) Pendudukdesa, terutama kaum muda-mudi, merasa tertekan oleh adat istiadat yang ketat, mengkibatkan suatu cara hidup yang monoton.
c) Di desa-desa tidak banyak kesempatan untuk menambah pengetahuan.
d) Rekreasi, salah satu faktor yang penting di bidang spiritual kurang sekali, dan kalau ada perkembangannya sangat lambat.
e) Penduduk desa yang mempunyai keahlian lain dari bertani, misalnya saja kerajinan tangan, menginginkan pasaran yang lebih luas bagi hasil kegiatannya, yang hanya dapat diperoleh  di kota.
f) Kegagalan panen yang disebabkan misalnya saja, banjir, serangan hama atau kemarau panjang, memaksa penduduk desa mencari sumber penghidupan lain di kota.
g) Pertentangan dalam lingkup nasional, baik pertentangan antar kelompok, antar golongan, agama, antar kelompok etnis atau suku bangsa dan terutama sekali pertentangan politis yang dampaknya sampai ke pedesaan, memksa warga desa untuk menyalamatkan diri ke tempat lain, biasanya di kota-kota.

- Akibat Urbanisasi

1) Terbentuknya suburb, tempat-tempat pemukiman baru di pinggiran kota, akibat pusat kota tidak mampu lagi menampung arus perpindahan penduduk desa yang begitu banyak.
2) Makin meningkat tuna-karya, yaitu orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap.
3) Pertambahan penduduk kota yang pesat menimbulkan masalah perumahan.
4) Lingkungan hidup yang tidak sehat, apalagi ditambah dengan adanya berbagai kerawanan sosial memberi pengaruh yang negatif terhadap pendidikan generasi muda.

- Usaha Menanggulangi Urbanisasi
Melihat akibat sosial yang di timbulkan urbanisasi sangat kompleks, maka untuk menaggulangi urbanisai tidak bisa dilakukan secara sektoral, tetapi harus lintas sektor  yang memerlukan perencanaan yang matang dalam waktu yang panjang. Cara menanggulangi urbanisasi adalah dengan cara sebagai berikut :

1.Lokal jangka pendek
Lokal jangka pendek di bagi lagi menjadi 5 cara yaitu :
a. Perbaikan perekonomian pedesaan
b. Pembersihan pemukiman kumuh
c. Perbaikan pemukiman kumuh
d. Memperluas lapangan kerja
e. Membuka dam melaksanakan proyek perkotaan
2. Lokal jangka panjang
Salah satu cara untuk menanggulangi urbanisasi yang besar adalah dengan membuat master plan(rencana induk) kota yaitu suatu rumusan tindakan-tindakan yand dapat menjaga agar sejumlah faktor-faktor yang ada di di kota seperti pembangunan perumahan,lapangan kerja,taman kota,tempat rekreasi dan lain sebagainya dapat tumbuh secara bersamaan dan imbang. Master plan ini berjangka waktu yang panjang, dan setiap 5 atau 10 tahun sekali harus di revisi supaya menyesuaikan dengan keadaan.
3. Nasional jangka pendek
Selain cara di atas (local / sektoral) ada pula cara lain yaitu dengan cara nasional.Pemerintah dapat membuat peraturan perundang-undangan mengenail masalah migrasi.
4. Nasional jangka panjang
Di samping nasional jangka pendek, dapat juga dipakai pendekatan penanganan jangka panjang yang meliputi
- Pemencaran pembangunan kota dengan membangun kota-kota baru.
- Membangun daerah dengan memusatkan perhatian pada pengembangan kota-kota sedang dan kecil sebagai pusat pengembangan (growth centries) wilayah yang terutama bercorak pedesaan. Contoh : di bangunnya  Kota Satelit Bumi Serpong Damai (BSD) di Jakarta.

- Mengendalikan industri di kota-kota besar, di samping mengendalikan urbanisasi, juga dapat mengendalikan pencemaran.


- Permasalahan Masyarakat Kota dan Masyarakat Desa


Bila kita berbicara tentang permasalahan yang ada di desa dan dikota jelas pasti ada perbedaannya contoh saja bila dikota kita sering menjumpai adanya konflik-konflik antar golongan atau individu yang berakhir pada kekerasan dan itu sering terjadi di perkotaan tatapi jika didesa masalah seperti itu jarang terjadi kerena adanya faktor kekluargaan yg erat antara penduduk desanya tapi pada masyarakat desa tertentu juga kita suka melihat adanya konflik-konflik ntar daerah atau suku mungkin itu didasari oleh hal yang benar-benar sudah parah sehingga menimbulkan konflik yang besar , contoh lain misalanya dalam masalah transportasi di kota masalah kemacetan itu sudah menjadi hal yang sangat wajar mungkin bagi semua masyarakat yang ada di kota sedangkan di pedesaan mungkin masalah kemacetan yang parah itu sukar untuk ditemui .

Jadi pada intinya masalah yang ada di kota dan di desa itu ada bedanya tetapi ada juga masalah yang ada di kota dan juga ada didesa, semua itu seiring dengan perkembangan jaman yang semakin maju jadi sekarang sudah banyak desa-desa yang hampir menyerupai kota baik itu dari segi masyarakatnya, gaya hidupnya, dan juga tatanan kebudayaanya.

- Bila tinggal di desa apakan ingin pindah ke kota?

Jika saya tinggal disebuah pedesaan tentunya merupakan sesuatu hal yang baru selain itu kepenatan dengan tinggal di perkotaan dan segala macam permasalahan yang menyangkut kemacetan, perkembangan teknologi yang berkembang dan menuntut masyarakat dikota untuk terus update jika tidak ingin ketinggalan jaman membuat pilihan untuk tinggal didesa merupakan pilihan yang bagus. Tapi pada akhirnya pemikiran bahwa tinggal dipedesaan dimana tidak ada kemacetan, pepohonan dan sawah-sawah hijau yang menyegarkan mata, udara segar yang sejuk, semua itu pada nantinya akan menjenuhkan dan membuat saya ingin kembali ke kota. Selain itu fasilitas-fasilitas lain yang masih kurang atau jarang ditemui jika tinggal didesa juga menjadi salah satu faktor lain. Jadi kesimpulannya adalah, jika saya tinggal dipedesaan saya ingin pindah ke kota.

Sumber:
https://anwarabdi.wordpress.com/2013/05/04/masyarakat-perkotaan-dan-masyarakat-pedesaan/        
http://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat
http://strafaelyudistira.wordpress.com/2012/12/02/masyarakat-perkotaan-aspek-aspek-positif-dan-negatif/
http://dwikaprajawibawa.blogspot.com/2013/01/masalah-masyarakat-pedesaan-dan.html

Wednesday, October 22, 2014

PEMUDA DAN SOSIALISASI

1. Internalisasi belajar dan spesialisasi

- Pemuda : merupakan individu yang sedang berkembang secara fisik maupun emosional. Ditangan para pemuda itulah suatu bangsa ataupun Negara menaruhkan nasib masa depan. Pemuda juga merupakan individu dimana emosi, logika dan perasaan masih dalam tahap labil. Jika seseorang masih menyandang gelar sebagai pemuda kemungkinan besar ia masih merasakan sifat atau pemikiran yang sering berubah-ubah dan memasuki tahap dimana ia sedang mencari jati diri.

- Sosialisasi : merupakan suatu proses dimana individu mulai belajar untuk mengenal norma-norma dan nilai-nilai sosial agar dapat berperilaku sesuai dengan tuntutan atau perilaku masyarakat. Sosialisasi juga dapat disebut sebagai interaksi antara individu dengan lingkungan sekitar.

- Internalisasi belajar: Internalisasi adalah perubahan dalam masyarakat. Sedangkan Sosialisasi adalah suatu peroses yang mempelajari tentang norma – norma masyarakat yang akan membentuk keperibadiannnya dilingkungan masyarakat. Jadi jika tidak adanya Internalisasi dan Sosialisasi didalam lingkungan masyarakat. Maka tidak akan ada perubahan dilingkungan itu.

- Proses sosialisasi terbagi menjadi 4 yaitu
1. Tahapan Persiapan > Tahapan ini ilakukan sejak manusia dilahirkan, pada saat anak – anak mulai mempersiapkan dirinya untuk mengenal dunia sosialisasi dari lingkungan rumah, media dan tempat – tempat yag disinggahinya dengan cara meniru walaupun tidak sempurna.
2. Tahapan Meniru > Di mana seorang anak yang mulai sempurna untuk meniru apa yang dilakukan orang dewasa. Dia mulai mengetahui namanya, nama orang tuanya, dan apa yang dilakukan oleh orang tuanya.
3. Tahapan Siap Bertindak > Tahapan ini memulai seorang anak yang hanya meniru menjadi seorang diri yang dia inginkan, menyadari adanya suatu norma yang ada dirumah maupun dilingkungannya, dan mulai mendapatkan kompleks yang harus dihadapinya didalam bersosialisasi.
4. Tahapan Norma Kolektif  > Tahapan ini sudah dianggap dewasa karna didalam dirinya sudah tau sepenuhnya apa itu arti norma dalam kehidupanyang sebenarnya, memiliki rasa peduli yang tinggi terhadap orang yang iia kenal maupun orang yang iia tidak kenal dalam arti Masyarakat Luas.

- Peranan sosial mahasiswa dan pemuda
Peranan Sosial Mahasiswa bisa dikatakan pemuda yang aktif dan berintelektual yang akan berperan sebagai generasi yang diharapkan akan meneruskan generasi sebelumnya, yang akan membangun negaranya menjadi lebih baik (maju). Sedangkan Pemuda adalah sesorang Individu atau kelompok yang berperan aktif didalam masyarakat dan bisa dikatakan Mahasiswa atau tidak, karena belum semua pemuda yang berintelektual mampu secara ekonomi untuk menjenjang pendidikan yang lebih tinggi, karna biaya pendidikan yang semakin mahal.  Bisa dikatakan Pemuda memiliki Sosialisasi yang tinggi yang dapat berperan penting dilingkungan masyarakat kuhususnya bersosialisai untuk menjadi penengah didalam lingkungan sekitar maupun secara luas.

2. Pemuda dan Identitass

- Pengembangan generasi muda
Pengembangan generasi muda adalah semua pihak yang bersangkutan harus ikut serta dalam kepentingan generasi muda, agar satu laras mencapai tujuan yang kita semua inginkan.
- Masalah-masalah generasi muda
Banyak sekali masalah-masalah yang dialami oleh generasi muda saat ini terutama dengan adanya era globalisasi dimana semua yang diinginkan dapat didapat dengan mudah. Berikut ini merupakan permasalah generasi muda yang sedang terjadi belakangan ini: 
a.  Pergaulan bebas 
b. Menurunnya jiwa idealisme, nasionalisme dan patriotisme dikalangan pemuda
 c. Kecendrungan untuk menikah muda namun belum siap menerima konsekuensi yang ada 
d. Adanya peningkatan kenakalan remaja yang terkadang berujung ke arah kriminalisasi seperti mabuk-mabukan, memakai obat-obatan, narkoba, ganja dan sebagainya 
e. Belum adanya undang-undang yang menjamin masa depan generasi muda 
f. Belum ada fasilitas-fasilitas pendidikan yang dapat menunjang para generasi muda yang tidak sanggup untuk meneruskan pendidikan dikarenakan adanya keterbatasan ekonomi sehingga membuat banyak generasi muda yang putus sekolah

- Potensi generasi muda


Generasi muda atau para pemuda memiliki begitu banyak potensi yang dapat mereka kembangkan dari dalam diri mereka sendiri dikarenakan jiwa muda mereka yang masih bergejolak dan masih memiliki kemampuan yang bisa melebihi orang dewasa. Berikut ini merupakan potensi-potensi yang dimiliki oleh generasi muda:
a.  Idealisme dan daya pikir yang kritis
Secara sosiologis generasi muda belum mapan dalam tatanan yang ada, sehingga mereka dapat melihat kekurangan dalam tatanan dan secara wajar mampu mencari ide baru. merka juga cenderung  memiliki rasa ingin tau yang luar biasa akan sesuatu sehingga wawasan mereka lebih bisa menerima sesuatu yang baru di bandingkan orang tua yang  memiliki cara pikir yang kolot

b. Dinamika dan kreativitas
Adanya idealisme pada generasi muda, yang menyebabkan mereka memiliki  kreativitas dan keberanian yang lebih untuk membuat atau menciptakan sesuatu yang baru.

c. Keberanian mengambil resiko
generasi muda  memiliki keberanian untuk mengambil keputusan keputusan beresiko  yang menyangkut dengan dirinya  dengan segala pengetahuan yang mereka miliki.

d. Optimis
Kegagalan adalah sukses yang tertunda mungkin itulah yang dapat menjadi pegangan para generasi muda  dalam melewati segala tantangan. selain faktor umur yang cenderung masih panjang  dan faktor kepercayaan diri yang tinggi membuat mereka  memiliki semangat yang juga sangat besar dalam  melakukan suatu hal.

e. Sikap kemandirian dan disiplin
Generasi muda memiliki  keinginan untuk dapat hidup mandiri dan tidak merepotkan orang tuanya lagi . hal ini membuat mereka lebih cepat untuk dapat mandiri.  mereka juga masih memiliki rasa kedisiplinan yang  murni yang terbentuk dengan alami pada merela tanpa ada aturan aturan dari orang lain.

f. Kemampuan penguasaan ilmu dan teknologi
Karena memiliki rasa ingin tau yang dan kreativitas yang tinggi , generasi muda lebih mudah mencerna ilmu ilmu yang baru  dan menerapkanya , terutama dalam segi teknologi karena mereka hidup di  zaman yang dipenuhi teknologi sehingga sarana pembelajaran mereka pun lebih banyak dan luas.

3. Perguruan dan Pendidikan

- Mengembangkan potensi generasi muda
Potensi Generasi Muda dapat dikembangkan melalui bidangnya masing – masing agar tercapai suatu keinginan yang selaras antara Generasi sebelumnya dan Generasi Baru yang akan mencapai suatu negara yang maju dan sejahtera. Juga adanya dukungan fasilitas yang akan membantu generasi muda dalam mengembangkan potensinya.

- Pengertian pendidikan dan perguruan tinggi
Pendidikan adalah usaha sadar  dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki ilmu di bidang keinginannya masing – masing agar bermanfaat bagi agama, keluarga, masyarakat, dan bangsa.

Sedangkan perguruan tinggi adalah satuan pendidikan penyelenggara pendidikan tinggi disebut Mahasiswa sedangkan tenaga pendidikan perguruan tinggi disebut dosen. disinilah seseorang dapat mengembangkan lebih dalam lagi ilmu – ilmu yang telah didapat dari pendidikan sebelumnya (SD,SMP,SMA), yang akan berpeluang besar menggantikan generasi sebelumnya, dan dapat memajukan bangsa dan negaranya.

- Permasalahan yang pernah dialami dan bagaimana pemecahannya
Permasalahan yang pernah dialami adalah adanya ketidak pastian terhadap masa depan. Terkadangan suka bigung dalam menentukan jalan yang akan diambil untuk menentukan masa depan dan lebih sering bertanya kepada kedua orang tua tentang bagaimana dan jalan apa yang harus saya ambil agar dapat mencapai masa depan yang diinginkan. Namun seharusnya saya lebih mengetahui potensi apa yang saya punya dan bagaimana cara mengembangkannya bukan bertanya kepada kedua orang tua yang malah hanya menyarankan untuk memilih jalan yang mereka inginkan bukan melihat kepada potensi anaknya. Contohnya pada saat pemilihan jurusan ketika ingin masuk kuliah, seharusnya saya memilih jurusan yang dapat mengembangkan potensi dan sesuai dengan minat bukan apa yang dianjurkan oleh orang tua. Dan menurut saya itu adalaha pemecahan terbaik yang bisa dilakukan. Dan sebagai salah satu generasi muda saya dan para pemuda lain seharusnya mempergunakan waktu muda dengan sebaik-baiknya karena masa muda merupakan salah satu masa yang tidak akan pernah bisa terlupakan dan merupakan masa-masa dimana akan diingat kembali ketika tua. Maka pergunakanlah masa muda dengan baik agar tidak menyesal dikemudian hari


You Only Live Once "Kau hanya hidup sekali" jadi pergunakanlah wakatu sebaik-baiknya.


Sumber:

Tuesday, October 21, 2014

PENDUDUK MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN

1. Pertumbuhan Penduduk

A. Perkembangan Penduduk di Indonesia
            Seiring berjalannya waktu perkembangan penduduk di Indonesia kini semakin pesat. Dengan adanya kenaikan atau meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia dapat berdampak pada perkembangan sosial ekonomi, misalnya ketersediaan lahan pekerjaan, pangan dan papan pun juga harus ikut dikembangkan agar dapat menyeimbangi jumlah penduduk yang semakin padat. Juga seharusnya terjadi peningkatan pada fasilitas-fasilitas yang dapat mendukung dan membantu dalam permasalahan peningkatan jumlah penduduk. Tak jarang dengan semakin pesatnya perkembangan penduduk juga menimbulkan beberapa masalah seperti pengagguran, kemiskinan, bahkan anak-anak yang putus sekolah, juga meningkatnya kejahatan kriminal yang dapat meresahkan dan merugikan beberapa orang.

B. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertambahan Penduduk
Pertumbuhan penduduk di Indonesia jelas tak luput dari faktor-faktor yang mendukung atau yang menyebabkan terjadinya pertumbuhan penduduk yang semakin pesat. Karena adanya faktor-faktor itulah pertumbuhan penduduk di Indonesia semakin meningkat dan menjadi permasalahan utama yang harus segera diselesaikan sesegera mungkin agar tidak semakin berkepanjangan.  Berikut ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk:

I. Meningkatnya angka kelahiran
     Faktor kelahiran merupakan penyebab utama pertumbuhan penduduk di Indonesia. Karena di Indonesia rata-rata angka kelahiran lebih banyak dibandingkan angka kematian. Juga dikarenakan adanya mindset yang masih tertanam dipikiran beberapa orang bahwa banyak anak banyak rezeki. Maksudnya bahwa dengan semakin banyak anak maka rezeki yang didapat juga anak semakin banyak.

II. Program KB (keluarga berencana) tidak berjalan sesuai rencana
    Program KB atau Keluarga Berencana merupakan salah satu solusi yang diberikan pemerintah untuk mengatasi permasalahan pertambahan penduduk yang semakin meningkat. Namun ternyata masih banyak penduduk Indonesia yang belum mengetahui manfaat dan keuntungan menggunakan KB dikarenakan kurangnya sosialisasi terperinci yang seharusnya didapatkan oleh penduduk Indonesia. Padahal jika program KB dapat disosialisasikan dengan baik dan benar tentunya akan memperkecil tingkat pertumbuhan penduduk di Indonesia.

III. Menikah di usia muda
    Pernikahan di usia muda merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya pertambahan penduduk. Pernikahan di usia muda bukan hal yang aneh lagi jika terdengar ditelinga. Bahkan pada jaman dahulu menikah muda sudah menjadi budaya tersendiri bagi beberapa orang. Namun pada saat ini menikah pada usia muda bukan lagi merupakan tradisi atau budaya melainkan keinginan bagi yang ingin menikah muda, ataupun keharusan untuk menikah muda dikarenakan adanya accident yang terjadi pada saat menjalin hubungan dengan pasangan. Sehingga dapat berakibat pada meningkatnya angka kelahiran.

C. Migrasi
            Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Dalam mobilitas penduduk terdapat migrasi internasional yang merupakan perpindahan penduduk yang melewati batas suatu negara ke negara lain dan juga migrasi internal yang merupakan perpindahan penduduk yang berkutat pada sekitar wilayah satu negara saja.
Jenis-jenis migrasi:
- Migrasi Inernasional
* Imigrasi, yaitu masuknya penduduk dari suatu negara ke negara lain dengan tujuan menetap. Orang yang melakukan imigrasi disebut imigran.
* Emigrasi, yaitu keluarnya penduduk dari suatu negara ke negara lain. Orang yang melakukan emigrasi disebut emigran.
* Remigrasi atau repatriasi, yaitu kembalinya imigran ke negara asalnya.

- Migrasi Nasional
 Urbanisasi, yaitu perpindahan penduduk dari desa ke kota.
Transmigrasi, yaitu perpindahan penduduk dari suatu wilayah yang padat penduduknya ke  area wilayah pulau lain yang penduduknya masih sedikit atau belum ada penduduknya sama sekali.
Ruralisasi, merupakan kebalikan dari urbanisasi yaitu perpindahan penduduk dari kota ke desa.
Evakuasi, yaitu perpindahan penduduk dari tempat yang tidak aman ke tempat yang lebih aman.

Proses Migrasi:
    Dengan terdapatnya wilayah yang memiliki suatu nilai lebih maka banyak orang/penduduk yang akan pergi ke wilayah tersebut dikarenakan wilayah yang ia tinggali sudah tidak lagi memiliki nilai lebih untuk keberlangsungan hidupnya.
Proses migrasi pun punya beberapa cara yaitu:
  Menetap di wilayah tersebut
-  Hanya menetap sementara diwilayah itu dan sewaktu-waktu dapat kembali lagi ke wilayah tempat asalanya.
 Hanya sekedar berlibur diwilayah yang ia datangi.

Proses keberangkatan migrasi bisa dilakukan dengan cara-cara tertentu misalkan kalau imigran hanya satu orang bisa melakukannya dengan naik sepeda motor, kalau imigran dengan banyak orang satu keluarga maka bisa melakukannya dengan naik kendaraan roda empat atau juga naik kapal laut itulah yang biasa dilakukan imigaran dalam melakukan migarasi di Negara Indonesia.
Tahun pun makin lama makin berlalu dan proses imigrasi pun menjadi sangat lebih pesat dan perubahan yang terjadi dari mulai tahun yang lalu higga tahu ini sangatlah banyak, pada tahun ini tercatat banyak sekali imigran illegal/gelap yang tidak mendaftarkan dirinya pada sensus penduduk pada kota asalnya balia semua itu terjadi begitu saja tanpa adanya rasa kesadaran maka makin lama akan terjadi kepadatan penduduk akan teradi dan susah menanganinya dikarenakan susahnya mendata para imigran.

2. Kebudayaan dan Kepribadian

A. Perkembangan Kebudayaan di Indonesia.

-Perkembangan Kebudayaan Hindu
           Hubungan Indonesia dengan india telah terjalin sejak abad pertama masehi. Hubungan ini mula-mula terjadi di bidang perdagangan dan berkembang ke bidang agama dan kebudayaan. Masuknya pengaruh india ke Indonesia berjalan lancar dan berkembang dengan baik. Hal ini disebabkan adanya persamaan kebudaayaan antara india dengan Indonesia. Kebudayaan india dengan Indonesia tidak jauh berbeda corak dan ragamnya. Berikut ini merupakan beberapa contoh kebudayaan yang menjadi bukti berkembangnya kebudayaan Hindu di Indonesia.
I.    Perkembangan seni patung di Indonesia
II.  Penggunaan istilah warman sebagai nama raja seperti di India
III. Munculnya kerajaan bercorak Hindu
IV.  Adanya sistem kemaharajaa
 V.   Adanya kitab-kitab sarta bercorak hindu

- Perkembangan Kebudayaan Buddha
            Agama dan kebudayaan Hindu–Buddha lahir dan berkembang di India. Agama dan kebudayaan Hindu–Buddha mewarnai kehidupan sosial, budaya, ekonomi, dan politik masyarakat India. Agama Buddha mencapai puncak kejayaannya semasa pemerintahan Raja Ashoka. Dari India, agama dan kebudayaan Hindu–Buddha kemudian berkembang ke Asia Selatan, Asia Timur dan Asia Tenggara termasuk juga ke Indonesia. Berikut merupakan bukti masuknya kebudayaan Buddha ke Indonesia.
1.Seni bangunan, terlihat pada bangunan candi, salah satu contohnya adalah Candi Borobudur yang merupakan perpaduan kebudayaan Buddha yang berupa patung dan stupa dengan kebudayaan asli Indonesia.
2. Seni rupa dan seni ukir, terlihat pada Candi Borobudur yang berupa relief Sang Buddha Gautama (pengaruh dari Buddha) dan relief perahu bercadik, perahu besar tidak bercadik, perahu lesung, perahu kora-kora, dan rumah panggung yang di atapnya ada burung bertengger (asli Indonesia).
3. Pengaruh budayaHindu–Buddha salah satunya menyebabkan bangsa Indonesia memperoleh kepandaian membaca dan menulis aksara, yaitu huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta. Kepandaian baca-tulis akhirnya membawa perkembangan dalam seni sastra. Misalnya, cerita Mahabarata dan Ramayana berakulturasi menjadi wayang "purwa" karena wayang merupakan kebudayaan asli Indonesia.

- Perkembangan Kebudayaan Islam
Hadirnya Islam di Nusantara membawa perubahan bagi masyarakat Indonesia bukan hanya dalam religi tetapi juga dalam hal kesenian dan kebudayaan walaupun memang kebudayaan Islam di Indonesia sangat minim jika dibandingkan dengan Negara lainnya seperti kerajaan Mughal dan Bagdad. Kebudayaan memang menyesuaikan dengan kebudayaan local di Indonesia yang sudah dipengaruhi oleh agama Hindu dan Budha. Beberapa kebudayaan Islam yang ada di Indonesia diantaranya sebagai berikut.
·   1. Arsitektur bangunan, terdapat beberapa bangunan mesjid yang menjadi saksi penyebarandan perkembangan agama Islam di Indonesia, diantaranya adalah Mesjid Demak, Mesjid Agung Banten, Mesjid di Kasepuhan Cirebon dan Mesjid Baiturrahman Aceh.

         2. Batu nisan, salah satu tanda hadirnya Islam ke Indonesia dengan ditemukannya batu nisan. Salah satu batu nisan yang menjadi sejarah adalah batu nisan dari sultan Malik Al-Saleh yang meninggal tahun 1292. Bahan batu nisan berasal dari pualam putih dan dinisannya terdapat tulisan ayat al-quran dan keterangan wafatnya.

     3. Aksara dan seni sastra Islam, hadirnya Islam ke Indonesia membuat warga pribumi mengenal aksara dan tulisan Arab sampai mengenal seni kaligrafi yang digunakan untuk hiasan atau ukiran. Bahkan dinding-dinding pada mesjid dihias dengan kaligrafi.

3. Kebudayaan Barat

            Dengan adanya era globalisasi sekarang membuat kebudayaan asing dapat dengan mudah dikenal atau masuk kedalam Indonesia. Oleh sebab itu Indonesia yang sarat akan budaya timur mulai terpengaruh dengan masuknya budaya asing ke Indonesia. Hal ini dapat terlihat dari cara berpakaian para pemuda-pemudi penerus bangsa yang sama sekali tidak mencermikan budaya timur yang mengutamakan kesopanan. Pengaruh budaya asing yang masuk ke Indonesia memang mempunyai dampak positif dan negatif. Dampak positifnya adalah bawah bangsa Indonesia dapat meniru kemajuan teknologi mereka yang memang sudah dikenal canggih dan up to date. Namun permasalahannya sekarang adalah bagaimana cara para penerus banga Indonesia yaitu pemuda-pemudi Indonesia menyikapi dampak negatif dari masuknya kebudayaan barat yang sifatnya merusak dan mengubah kebudayaan Indonesia. Berikut ini merupakan beberapa contoh pengaruh budaya asing yang sifatnya bersifat negatif.
I. Cara berpakaian yang mulai meniru-niru budaya barat yang bisa dibilang seperti artis-artis Hollywood yang jatuhnya malah seperti kekurangan bahan. Tentu hal ini sangat melenceng jauh dari cara berpakaian orang timur yang bisanya terlihat lebih sopan.

II. Pola hidup yang konsumtif juga menjadi dampak negatif yang ditimbulkan oleh budaya barat. Pada era globalisasi sekarang perkembangan industri yang pesat membuat penyediaan barang kebutuhan semakin berlimpah. Oleh sebab itu masyarakat menjadi lebih tertarik untuk mengonsumsi barang dengan banyak pilihan yang ada.

III. Gaya hidup kebarat-baratan, tidak semua budaya barat dapat cocok dan diterapkan di Indonesia. Banyak para remaja yang lebih menyukai dance dan lagu-lagu barat ketimbang tarian-tarian dan lagu Indonesia. Juga mulai munculnya pergaulan bebas di Indonesia yang bisa jadi merupakan dampak masuknya kebudayaan barat di Indonesia.

 Sumber:
hhttp://ihwanudinsuryajaya.blogspot.com/2012/09/isd-pengertian-migrasi-macam-macam.html
  http://www.syahrani.my.id/2013/08/agama-dan-kebudayaan-hindu-budha-di.html
  http://www.bimbingan.org/perkembangan-kebudayaan-islam-di-indonesia.htm



Friday, September 27, 2013

Being busy with school activity

Hello there...
Udah lama banget semenjak terakhir kali gue ngepost blog. Postingan terakhir gue itu bulan Mei dan sekarang udah September. Berhubung sekarang gue udah kelas tiga dan bentar lagi akan menghadapi UN jadi gue udah gak pernah sempet lagi ngurusin blog. Ini aja gue ngepost gara-gara gak tau mau ngapain dan akhirnya gue memutuskan untuk buka blog. 

Tema postingan gue kali ini itu ya agak gak jelas si, terus juga bukan informasi yang penting-penting amat. Malah kesannya gue kayak lagi curhat gitu dey disini. Tapi yaaa.. gapapa lah daripada gue gak ngeposting apa-apa.

Semenjak gue naik kelas tiga, waktu gue bener-bener kesita buat sekolah. Tugas, ulangan, semuanya numpuk gak ada jeda. Karena emang ngejar target juga materinya harus selesai sebelum akhir tahun. Pokoknya bener-bener capek pek pek deh. Hhhhhh